Sarapan Pagi Itu Mesti Jam Berapa Apakah Boleh Untuk Melewatkannya

Sarapan pagi memberi tubuh kekuatan guna menjalani aktivitas sehari-hari. Ahli gizi menyebut, pantasnya sarapan dikerjakan sebelum beraktivitas jasmaniah atau belajar.

Lalu sarapan pagi itu jam berapa sebaiknya?

Ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor Prof Hardinsyah menyebut, biasanya coloradoteardropcamper.com si kecil belajar di sekolah pukul 07.00 dan pekerja mulai beraktivitias pada pukul 08.00. Artinya mereka mesti segera mengonsumsi sarapan yang mengandung karbohidrat, vitamin, serat dan protein sebelum jam hal yang demikian.

“Sekiranya petani mulai bekerja pukul 06.00, ya sebelum ke sawah sudah makan,” terang Hardinsyah sebagian waktu lalu.

Sementara itu, pakar gizi dan naturopati Rhian Stephenson mengatakan, waktu sarapan pagi yang ideal yaitu memberi jarak minimal 12 jam antara makan malam dan sarapan pagi.

“Aturan praktis yang baik yaitu memberi jarak minimal 12 jam antara makan malam dan sarapan,” kata Rhian Stephenson, diberitakan Glamour.

Lebih lanjut dia menerangkan, “Jadi, seandainya Anda selesai makan malam pada pukul 07.30 malam, idealnya makan pagi sekitar jam 07.30 pagi.”

Menurutnya, jeda waktu hal yang demikian terkait dengan ritme sirkadian tubuh. Triliunan kuman dalam saluran pencernaan yang secara kolektif disebut mikrobioma usus, juga bekerja meniru ritme sirkadian.

“Jadi, penting untuk memberikan waktu yang cukup bagi mikrobioma supaya beristirahat dan mengoreksi diri,” jelasnya mengenai waktu makan pagi.

Memberi jeda yang lebih panjang antara waktu makan dengan waktu makan berikutnya dapat memberi hasil yang lebih baik dalam hal kesehatan usus dan metabolisme tubuh.

Sarapan Pagi Itu Jam Berapa?
Meski sudah disebutkan bahwa sarapan yaitu waktu makan lebih-lebih dalam sehari karena menjadi landasan gizi dan metabolisme, American Journal of Clinical Nutrition mencatat, seperempat warga masyarakat melewatkan makan pagi.

Ada banyak alasan orang melewatkan sarapan bergizi, diantaranya termasuk jadwal aktivitas yang padat serta kurangnya jalan masuk kepada sarapan bernutrisi.

Tapi para pakar mengatakan, seandainya mengawali hari dengan kadar gula darah yang rendah, seseorang akan menghadapi gejala seperti kelelahan, kabut otak, serta reaktivitas emosionil.

Dilansir New York Times, idealnya, jadwal tidur dan makan kita mesti mencerminkan jam alam.

“Mengawali hari Anda pada jam 6 pagi dan mengakhiri aktivitas pada jam 10 malam. selaras dengan ritme sirkadian natural tubuh,” Dr. Naheed Ali baru-baru ini mengatakan kepada GB News Inggris.

“Memasukkan pendekatan ini ke dalam waktu makan dapat lebih meningkatkan kecakapan tubuh untuk membakar lemak perut. Sarapan idealnya dikonsumsi dalam waktu satu jam setelah bangun tidur, sekitar jam 7 pagi, untuk meningkatkan metabolisme.”

Salah satu alasan kenapa sebagian orang melewatkan sarapan karena ghrelin yang juga diketahui sebagai hormon lapar tak terlalu terasa sampai hari sudah siang.

Logo
Login/Register access is temporary disabled